Selasa, 11 Oktober 2011

PENGENALAN PHP

Sekilas Tentang PHP
            PHP ( PHP Hypertext Preprocessor ) adalah bahasa scripting ( pemrograman ) yang berbasis internet atau web. PHP dijalankan di sisi server ( Server Side Scripting ). Atau Embedded scripting Language yaitu script php dapat disisipkan kedalam HTML.
            PHP diciptakan oleh Rasmus Lerdorf, Pada tahun 1994.
Adapun WEB SCRIPTING itu sendiri terdiri dari 2 , yaitu :
  1. Server Side Scripting
ð  Setiap script kita dijalankan si server , lalu dikembalikan ke client dalam bentuk HTML biasa .
Contohnya :
-          PHP
-          Perl
-          ASP
-          Phyton
-          JSP
  1. Client Side Scripting
ð  Setiap script langsung dijalankan di client , dan langsung ditampilkan tanpa campur tangan server.
Contoh:
-          Javascript
-          VBscript

Beberapa contoh penggunaan PHP yaitu :
-          Sistem Lelang Online
-          Sistem Penghitungan Suara Online
-          Sistem Pengumpulan Dana Online

PHP dapat digunakan atau dijalankan pada semua Sistem operasi (Cross Plat Form) antara lain Linux, Unix, windows, Mac OS X. RISC OS.

Instalasi PHP
            PHP membutuhkan software sbb :
  1. WebServer
Misalnya Apache
  1. PHP
  2. Database ( optional )
Misalnya Mysql
  1. PHPMyadmin ( optional )
  2. PHP Editor ( optional )
Misalnya PHPCoder , Notepad .

Semua software diatas dapat diinstall satu persatu , lalu dilink-kan . Dapat juga menggunakan installer PHP yang telah mencakup keseluruhan software yang dibutuhkan untuk menjalankan PHP , misalnya Appserv , PHPtriad . Dengan menggunakan installer PHp , maka penggabungan setiap software akan dilakukan secara otomatis , sehingga kita dapat langsung menggunakannya .



Penggunaan Installer Appserv
            Appserv dapat didownload di internet melalui alamat web http://www.appservnetwork.com .
            Untuk proses instalasinya cukup gampang , kita hanya cukup menekan tombol next pada setiap window yang muncul .
            Apabila Appserv telah ter-install , maka yang pertama kita lakukan adalah mengecek apakah webserver ( dalam hal ini Apache ) telah berjalan . Untuk mengetes nya , lakukan langkah-langkah berikut :
  1. Klik Start à Program à Appserv à Apache Control Server Start .
  2. Buka IE atau webbrowser lainnya , ketikkan alamat http:/localhost.
  3. Jika tampil layer tersebut , maka Apache telah sukses kita jalankan .

Setting httpd.conf (untuk Mengubah Letak File )
Secara default , setiap file yang kita buat harus disimpan di folder :
C:/Appserv/www

Lokasi ini bisa kita ubah ke tempat lain dengan cara sbb :
1.      Buka Windows explorer , lalu folder Appserv
2.      Buka lagi folder Apache , kemudian folder conf .
3.      Klik 2x file yang bernama httpd.conf , kemudian buka dengan notepad.
4.      Pada Notepad , klik edit à Find , atau Search à Find
5.      Isikan kata documentroot , lalu tekan tombol Find Next 2x.
6.      Pada kata Documentroot”C:/Appserv/www” , kita ganti C:/Appserv/www dengan tujuan folder yang anda inginkan , misalnya D:/PHP .
7.      Klik kembali tombol Find Next .
8.      Scroll ke bawah hingga menemukan kata :
<Directory”C:/Appserv/www”>
ganti juga C:/Appserv/www dengan folder tujuan kita tadi .
Ingat , hanya kata-kata C:/Appserc/www yang kita ganti .
9.      Selanjutnya kita simpan kembali file tersebut dengan cara klik FileàSave
10.  Setelah kita simpan file tersebut , maka langkah selanjutnya adalah me-restart Apache dengan cara : StartàProgramàAppservàApache Control Serviceà Restart .
Selesai !!
Selanjutnya setiap script yang kita buat harus kita simpan di folder baru tersebut


Sumber : catatan Mi4e Binas Palembang

4 komentar:

vesnyahen mengatakan...

kiki jelasin lagi infonya

mecy sucantyi mengatakan...

makasiihh infonya..

Pemograman Web II mengatakan...

ok cukup jelas info nya.. terimakasih

H@rT4nt0 mengatakan...

makasih ya infonya..?

Posting Komentar

 
;